Selasa, 26 Juni 2012

Harus Berlatih Keras Lagi

Bogor kembali gagal unjuk gigi. Dua tim basket yang mewakili region West Java, tim SMAN 2 Bogor (cowok) dan SMAN 8 Bekasi (cewek), takluk di tangan lawan-lawannya pada partai final Honda DBL 2012 West Java Series, di GOR Pajajaran, Bandung, kemarin. Tak satu gelar pun yang bisa dibawa pulang, termasuk Honda Most Valuable Player (MVP).
Juara bertahan Honda DBL West Java Series West Region, SMAN 2 Bogor takluk dari musuh bebuyutan SMA Trinitas dengan skor 81-65. Sedangkan, SMAN 8 Bekasi menyerah di tangan SMAN 2 Bandung, 101-38.
Pelatih SMAN 2 Bogor, Iman Nuriman menyebut, kekalahan tersebut terjadi karena anak asuhnya nervous. Terbukti banyaknya peluang untuk menambah poin tak bisa dimanfaatkan dengan baik. Namun secara permainan, Iman mengaku sudah puas.
“Saya akui lawan tim sudah siap dan matang. Namun yang perlu diacungi jempol, anak-anak cukup memberi perlawanan. Hasil ini akan menjadi koreksi bagi kita. Dan kita harus lebih banyak belajar dan berlatih lebih keras,” kata Iman kepada Radar Bogor usai pertandingan di GOR Pajajaran Bandung, kemarin.
Menurut dia, postur pemain lawan yang lebih tinggi, menjadi salah satu penyebab kekalahan timnya. “Kita kalah di postur tubuh, dua pemain jagoan kita ikut menjaga pemain bertubuh tinggi mereka, sehingga penyerangan jadi tidak maksimal,” ujarnya.
Ia bertekad tahun depan kembali lagi dengan harapan juara. Ia akan mencari pemain yang tingginya 180 cm untuk mengimbangi tim lawan di Bandung.
Sedangkan, Pelatih SMA Trinitas Bandung, Daniel Siswanto mengaku, kemenangan tersebut merupakan buah kerja keras pemainnya. “Saya bangga dengan anak-anak, bisa jadi juara dan menunjukkan permainan terbaiknya,” tutur Daniel.
Sementara itu, kegagalan juga sangat disesali anak-anak SMAN 8 Bekasi. Pelatih SMAN 8 Bekasi, Maesa Moerdiman mengatakan, materi pemain lawan masih di atas timnya. Kendati demikian, ia puas dengan apa yang sudah dilakukan tim. “Kita memang harus latihan lebih keras agar bisa bersaing di Bandung. Sebetulnya target kita di Bogor, sedangkan di Bandung bonus. Kita akan mulai lagi tahun depan,” tandasnya.
Sedangkan, Pelatih SMAN 2 Bandung, Yudhistira Aditya Suparman mengaku senang atas kemenangan tersebut. Menurut dia, hasil ini merupakan target yang beberapa tahun lalu tertunda. “Ini kado terindah dan membalas kegagalan tahun lalu,” ujarnya.
Ia mengaku, mental pemainya menghadapi final kemarin cukup baik. Sehingga, kata dia, strategi yang disiapkan mampu dijalankan dengan baik dari awal hingga akhir.
Kapten tim putri SMAN 2 Bandung, Almira Suci Maharani juga mengaku tak menyangka bisa menjadi pemenang. “Ini mimpi yang dicita-citakan,” ungkap siswi kelas 2 ini. (bac)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar