Bogor kembali gagal unjuk gigi. Dua tim basket
yang mewakili region West Java, tim SMAN 2 Bogor (cowok)
dan SMAN 8 Bekasi (cewek), takluk di tangan lawan-lawannya
pada partai final Honda DBL 2012 West Java Series, di GOR
Pajajaran, Bandung, kemarin. Tak satu gelar pun yang bisa dibawa
pulang, termasuk Honda Most Valuable Player (MVP).
Juara bertahan Honda DBL West Java Series West Region,
SMAN 2 Bogor takluk dari musuh bebuyutan SMA Trinitas
dengan skor 81-65. Sedangkan, SMAN 8 Bekasi menyerah di
tangan SMAN 2 Bandung, 101-38.
Pelatih SMAN 2 Bogor, Iman Nuriman menyebut, kekalahan
tersebut terjadi karena anak asuhnya nervous. Terbukti banyaknya
peluang untuk menambah poin tak bisa dimanfaatkan dengan
baik. Namun secara permainan, Iman mengaku sudah puas.
“Saya akui lawan tim sudah siap dan matang. Namun yang
perlu diacungi jempol, anak-anak cukup memberi
perlawanan. Hasil ini akan menjadi koreksi bagi
kita. Dan kita harus lebih banyak belajar dan
berlatih lebih keras,” kata Iman kepada Radar
Bogor usai pertandingan di GOR Pajajaran
Bandung, kemarin.
Menurut dia, postur pemain lawan yang lebih
tinggi, menjadi salah satu penyebab kekalahan
timnya. “Kita kalah di postur tubuh, dua pemain
jagoan kita ikut menjaga pemain bertubuh tinggi
mereka, sehingga penyerangan jadi tidak maksimal,”
ujarnya.
Ia bertekad tahun depan kembali lagi dengan
harapan juara. Ia akan mencari pemain yang
tingginya 180 cm untuk mengimbangi tim lawan di Bandung.
Sedangkan, Pelatih SMA Trinitas Bandung, Daniel Siswanto
mengaku, kemenangan tersebut merupakan buah kerja keras
pemainnya. “Saya bangga dengan anak-anak, bisa jadi juara dan
menunjukkan permainan terbaiknya,” tutur Daniel.
Sementara itu, kegagalan juga sangat disesali anak-anak SMAN
8 Bekasi. Pelatih SMAN 8 Bekasi, Maesa Moerdiman mengatakan,
materi pemain lawan masih di atas timnya. Kendati demikian, ia
puas dengan apa yang sudah dilakukan tim. “Kita memang harus
latihan lebih keras agar bisa bersaing di Bandung. Sebetulnya
target kita di Bogor, sedangkan di Bandung bonus. Kita akan
mulai lagi tahun depan,” tandasnya.
Sedangkan, Pelatih SMAN 2 Bandung, Yudhistira Aditya Suparman
mengaku senang atas kemenangan tersebut. Menurut dia, hasil
ini merupakan target yang beberapa tahun lalu tertunda. “Ini kado
terindah dan membalas kegagalan tahun lalu,” ujarnya.
Ia mengaku, mental pemainya menghadapi final kemarin cukup
baik. Sehingga, kata dia, strategi yang disiapkan mampu dijalankan
dengan baik dari awal hingga akhir.
Kapten tim putri SMAN 2 Bandung, Almira Suci Maharani
juga mengaku tak menyangka bisa menjadi pemenang. “Ini mimpi
yang dicita-citakan,” ungkap siswi kelas 2 ini. (bac)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar